Dirwil BRMP Sulut Menghadiri Tanam Serentak Hilirisasi Kelapa di Minahasa Selatan
Minahasa Selatan – Direktur Wilayah (Dirwil) Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) Steivie Karouw menghadiri kegiatan tanam serentak program Hilirisasi perkebunan kelapa di Kabupaten Minsel, pada Rabu (3/6/ 2026). Dirwil didampingi oleh Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Fredy Lala dalam pelaksanaan program strategis tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minsel Feybie Pusung dan Camat Motoling juga hadir memeriahkan acara penanaman bibit kelapa di lokasi kegiatan. Pemerintah daerah, instansi terkait, kelompok tani, serta para pemangku kepentingan melaksanakan kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusiasme yang tinggi.
Penyelenggara merancang kegiatan ini sebagai bagian dari upaya nyata pengembangan sektor perkebunan daerah sekaligus penguatan ketahanan ekonomi masyarakat. Sulut telah lama dikenal oleh masyarakat luas sebagai salah satu sentra utama produksi kelapa nasional.
Para pejabat yang hadir melakukan penanaman bibit secara simbolis sebagai wujud komitmen bersama dalam mendorong pemulihan dan pengembangan lahan kelapa. Langkah ini ditujukan untuk peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah demi kesejahteraan para petani setempat.
Dirwil BRMP Sulut menyampaikan pandangan bahwa program tanam serentak ini menjadi langkah strategis keberlanjutan sektor perkebunan. Menurut Dirwil, pengembangan komoditas kelapa memerlukan dukungan bibit unggul, penerapan teknologi budidaya tepat guna, dan kerja sama antarpihak.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi baik antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan demi perkebunan kelapa berkelanjutan. Kami berharap penanaman serentak ini dapat mendongkrak hasil panen kelapa di Minsel maupun Sulut,” ujar Steivie Karouw dalam sambutannya.
Pemerintah daerah menaruh harapan besar atas dampak positif kegiatan ini bagi kemajuan ekonomi masyarakat setempat. Keberhasilan program revitalisasi ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pelaku usaha perkebunan di wilayah tersebut.